Jumat, 28 September 2012
Mulih ke desa
Jl. Raya Samarang Kamojang - Garut 44161. Telephone (0262) 470- 4477 (0262) 542-271. Fax (0262) 542-272. E-mail info@mulihkadesa.com
A Place where we can eat and sleep
Legenda Situ Bagendit
Legenda Nyai endit yang kaya raya mengusir pengemis dipestanya, keesokannya masyarakat terkaget dgn adanya lidi tertancap dijalan desa dan tak ada seorang pun yg sanggup mencabut...pengemis tua yg meminta makan dipesta td malam muncul dan mencabut lidi itu ...seketika keluarlah pancuran air yg deras menyebabkan banjir, seluruh penduduk mengungsi kecuali nyai endit yg kikir ia tenggelam bersama hartanya...
Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi
Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi
Kamis, 27 September 2012
Candi Cangkuang - Garut
Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terdapat di Kampung Pulo, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi inilah juga yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda serta merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan laporan Vorderman (terbit tahun 1893) mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam leluhur Arif Muhammad di Leles. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujayadan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
Cangkuang nama pohon yg banyak tumbuh disana.
Candi Cangkuang sebagaimana terlihat sekarang ini, sesungguhnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan aslinya hanyalah 35%-an. Oleh sebab itu, bentuk bangunan Candi Cangkuang yang sebenarnya belumlah diketahui.
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan laporan Vorderman (terbit tahun 1893) mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam leluhur Arif Muhammad di Leles. Selain menemukan reruntuhan candi, terdapat pula serpihan pisau serta batu-batu besar yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman megalitikum. Penelitian selanjutnya (tahun 1967 dan 1968) berhasil menggali bangunan makam.
Candi ini telah di bangun pada masa kerajaan sunda pertama yaitu kerajaan Galuh. untuk mencapai wisata candi pengunjung harus menggunakan rakit....
Walaupun hampir bisa dipastikan bahwa candi ini merupakan peninggalan agama Hindu (kira-kira abad ke-8 M, satu zaman dengan candi-candi di situs Batujayadan Cibuaya?), yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam di sampingnya.
Cangkuang nama pohon yg banyak tumbuh disana.
Candi Cangkuang sebagaimana terlihat sekarang ini, sesungguhnya adalah hasil rekayasa rekonstruksi, sebab bangunan aslinya hanyalah 35%-an. Oleh sebab itu, bentuk bangunan Candi Cangkuang yang sebenarnya belumlah diketahui.
Rabu, 26 September 2012
Situs Gunung Padang
Situs Gunungpadang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Luas kompleks "bangunan" kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Koordinator Tim Geologi Danny Hilman mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dan penggalian, ada beberapa bagian yang memang dianggap
mencurigakan. Maksudnya, penemuan itu menyimpan misteri yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
"Kita lakukan test sampling. Kedalaman baru mencapai 50-70 centimeter. Namun mentok karena ada bebatuan. Hal sama juga dilakukan tim arkeolog dengan melakukan test fit untuk mengetahui struktur di bawah. Namun baru melakukan penggalian beberapa centimeter,
terbentur pada batu besar," kata Danny.
Danny berkesimpulan, di bawah situs Gunung Padang terdapat struktur bangunan yang memiliki peradaban tinggi. Kemungkinan besar peradabannya
lebih tinggi dari desain piramida di Mesir. "Yang jelas, di Gunung Padang pernah ada peradaban tinggi," ujarnya.
Argumentasi Danny ini didasarkan pada umur lapisan di bawah situs atau sekitar 8 meter dari atas, diperkirakan berumur 11.000 sebelum masehi.
Sedangkan pada struktur di kedalaman 4 meter dari atas, diperkirakan memiliki umur 4.700 sebelum masehi. "Perkirakan ini didasarkan hasil lab di Batan terhadap karbon radiomatic yang ditemukan. Memang ada ruang hampa berdasarkan anomaly geolistrik," tuturnya.
Opening Gate
Opening gate
Tangga naik khusus buat peziarah
Teras ke 1
Teras ke 2
Teras ke 2 dan 3
Teras ke 2 sampe 5
Teras ke 5
Tangga turun untuk wisatawan
Langganan:
Postingan (Atom)




















